Pekerjaan pemerintah pada umumnya, atau bahkan di perusahaan swasta pada umumnya. Kalau kita ditugaskan di instansi yang punya pegawai negeri yang berkompeten dan orang-orang yang “dimaksudkan” bekerja, itu sah-sah saja. Kalau kita klasifikasikan pada bagian yang isinya orang tidak kompeten dan berprinsip “baiklah, saya pengangguran dan gaji penuh”.
Nominal gaji PNS di seluruh Indonesia sama, kecuali di Papua, baik dari segi senioritas, pangkat/jabatan. Bedanya, besaran subsidi (tukin/tpp) tiap daerah berbeda-beda dilihat dari kekuatan keuangan daerahnya. pemerintah dan kemauan pemerintah nomor 1 di wilayah tersebut.
Dari tahun pertama hingga tahun kedua, saya menjadi pegawai negeri dan ditempatkan di tempat di mana orang “Wow” membuat saya gugup. 2 tahun tanpa meja yang jelas. Untuk menghilangkan stres, saya membantu/mencari pekerjaan di bidang lain. 2 tahun gaji saya 2,5 juta + tunjangan 1 bulan 100.000. Saya juga terkejut. Tunjangan bulanan saya hanya $100.000 dan setiap saya mendapatkannya, saya selalu mendapat potongan uang tunai seribu. Selalu habis dalam 15 menit (20.000 di SPBU, 20.000 untuk sepeda motor, 2 bungkus rokok Marlboro 50.000, sisanya snack).
Di kelas 3-5 saya dipindahkan ke departemen yang menurut saya semua orang mampu. Alhamdulillah skill saya semakin tajam, ilmu baru semakin banyak, penghasilan saya otomatis bertambah ketika saya sering bepergian untuk bekerja dan ngotot mengeluarkan uang untuk perjalanan bisnis demi menghemat uang. Oh iya, tunjangan saya naik jadi 500.000 + gaji 2,6 total 3,1 juta
Tahun ke 6 awal tahun ini bos aduh.. Saya otomatis dikeluarkan seperti mahasiswa baru dan mahasiswa tahun kedua lagi. Tapi tidak apa-apa, saya akan kembali ke awal. Tunjangan sekarang juga naik menjadi 3,5 juta + gaji saya saat ini 3,5 juta (karena saya sudah menikah dan juga punya tunjangan istri), total sebulan 7 juta.
Setiap pemerintah daerah mempunyai nominal alokasinya masing-masing.

0 comments:
Posting Komentar